{"id":1952,"date":"2026-10-13T17:44:53","date_gmt":"2026-10-13T10:44:53","guid":{"rendered":"https:\/\/zesta.id\/blog\/?p=1952"},"modified":"2026-10-13T17:44:53","modified_gmt":"2026-10-13T10:44:53","slug":"crm-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/","title":{"rendered":"CRM Pendidikan: Cara Sekolah dan Kampus Mengubah Chat Calon Siswa Menjadi Pendaftaran hingga Daftar Ulang"},"content":{"rendered":"<p data-pm-slice=\"1 1 []\">Setiap musim penerimaan siswa, admin sekolah bisa menerima puluhan pertanyaan yang serupa dalam sehari. Orang tua menanyakan biaya pendidikan, syarat pendaftaran, jadwal kunjungan, hingga batas waktu pembayaran. Di kampus, tim penerimaan mahasiswa baru (PMB) menghadapi persoalan serupa, dengan pertanyaan tambahan seputar program studi, jalur masuk, dan tahapan seleksi.<\/p>\n<p>Masalahnya muncul ketika semua pertanyaan masuk melalui chat WhatsApp, pesan media sosial, dan nomor admin yang berbeda. Ada calon siswa yang sudah meminta formulir tetapi belum mendapat tindak lanjut. Ada orang tua yang mengirim berkas, lalu harus mengulang informasi karena admin yang membalas sudah berganti. Sebagian calon siswa bahkan berhenti mendaftar tanpa diketahui penyebabnya.<\/p>\n<p><strong>CRM pendidikan<\/strong> membantu sekolah dan kampus mengelola hubungan dengan calon siswa secara lebih teratur, mulai dari pertanyaan pertama, tindak lanjut pendaftaran, sampai daftar ulang. Dengan riwayat chat, data calon siswa, dan pengingat yang tertata, tim admisi dapat mengetahui siapa yang perlu dibantu dan tahapan mana yang masih tertunda.<\/p>\n<p>Tujuannya jelas: mengurangi calon siswa yang terlewat, meringankan pekerjaan administrasi, dan memberikan pengalaman pendaftaran yang lebih nyaman bagi orang tua maupun calon mahasiswa.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_86 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-toggle-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#Mengapa_Sekolah_dan_Kampus_Perlu_CRM_Pendidikan\" >Mengapa Sekolah dan Kampus Perlu CRM Pendidikan?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#1_Chat_menumpuk_saat_musim_penerimaan\" >1. Chat menumpuk saat musim penerimaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#2_Calon_siswa_berhenti_di_tengah_pendaftaran\" >2. Calon siswa berhenti di tengah pendaftaran<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#3_Riwayat_komunikasi_tersebar_di_HP_admin\" >3. Riwayat komunikasi tersebar di HP admin<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#4_Pengingat_pendaftaran_tidak_berjalan_konsisten\" >4. Pengingat pendaftaran tidak berjalan konsisten<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#5_Sekolah_sulit_mengetahui_sumber_masalah_pendaftaran\" >5. Sekolah sulit mengetahui sumber masalah pendaftaran<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#Apa_Itu_Sistem_CRM_Pendidikan\" >Apa Itu Sistem CRM Pendidikan?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#Bagaimana_CRM_Lembaga_Pendidikan_Mengelola_Calon_Siswa_dari_Awal_sampai_Daftar_Ulang\" >Bagaimana CRM Lembaga Pendidikan Mengelola Calon Siswa dari Awal sampai Daftar Ulang?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#1_Mencatat_calon_siswa_sejak_chat_pertama\" >1. Mencatat calon siswa sejak chat pertama<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#2_Menjawab_pertanyaan_dengan_informasi_yang_konsisten\" >2. Menjawab pertanyaan dengan informasi yang konsisten<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#3_Mengelompokkan_calon_siswa_berdasarkan_tahap_pendaftaran\" >3. Mengelompokkan calon siswa berdasarkan tahap pendaftaran<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#4_Melakukan_tindak_lanjut_tanpa_mengganggu_calon_siswa\" >4. Melakukan tindak lanjut tanpa mengganggu calon siswa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#5_Memantau_perkembangan_sampai_daftar_ulang\" >5. Memantau perkembangan sampai daftar ulang<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#Manfaat_CRM_untuk_Sekolah_dan_Kampus\" >Manfaat CRM untuk Sekolah dan Kampus<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#Meningkatkan_peluang_pendaftaran\" >Meningkatkan peluang pendaftaran<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#Mengurangi_pekerjaan_berulang_tim_admisi\" >Mengurangi pekerjaan berulang tim admisi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#Meningkatkan_kenyamanan_orang_tua_dan_calon_mahasiswa\" >Meningkatkan kenyamanan orang tua dan calon mahasiswa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#Membantu_meningkatkan_daftar_ulang_dan_retensi_siswa\" >Membantu meningkatkan daftar ulang dan retensi siswa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#Memudahkan_evaluasi_proses_penerimaan\" >Memudahkan evaluasi proses penerimaan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-20\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#Cara_Memilih_dan_Menerapkan_Sistem_CRM_Pendidikan\" >Cara Memilih dan Menerapkan Sistem CRM Pendidikan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-21\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#1_Petakan_proses_penerimaan_yang_berjalan\" >1. Petakan proses penerimaan yang berjalan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-22\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#2_Tentukan_informasi_yang_perlu_dicatat\" >2. Tentukan informasi yang perlu dicatat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-23\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#3_Susun_jawaban_resmi_untuk_pertanyaan_umum\" >3. Susun jawaban resmi untuk pertanyaan umum<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-24\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#4_Tetapkan_aturan_tindak_lanjut\" >4. Tetapkan aturan tindak lanjut<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-25\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#5_Mulai_dari_satu_alur_dan_evaluasi_hasilnya\" >5. Mulai dari satu alur dan evaluasi hasilnya<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-26\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#Contoh_Penerapan_CRM_Pendidikan_dengan_Zesta\" >Contoh Penerapan CRM Pendidikan dengan Zesta<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-27\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#FAQ\" >FAQ<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-28\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#1_Apa_itu_CRM_pendidikan\" >1. Apa itu CRM pendidikan?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-29\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#2_Apa_manfaat_CRM_untuk_sekolah\" >2. Apa manfaat CRM untuk sekolah?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-30\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#3_Apakah_CRM_lembaga_pendidikan_hanya_cocok_untuk_kampus_besar\" >3. Apakah CRM lembaga pendidikan hanya cocok untuk kampus besar?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-31\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#4_Apakah_CRM_penerimaan_murid_baru_bisa_menggantikan_sistem_akademik_sekolah\" >4. Apakah CRM penerimaan murid baru bisa menggantikan sistem akademik sekolah?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-32\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#5_Bagaimana_CRM_membantu_calon_siswa_yang_berhenti_di_tengah_pendaftaran\" >5. Bagaimana CRM membantu calon siswa yang berhenti di tengah pendaftaran?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-33\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#6_Apakah_Zesta_dapat_membantu_mengelola_chat_calon_siswa\" >6. Apakah Zesta dapat membantu mengelola chat calon siswa?<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-34\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/#Mulai_Rapikan_Penerimaan_Siswa_dengan_Zesta\" >Mulai Rapikan Penerimaan Siswa dengan Zesta<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Sekolah_dan_Kampus_Perlu_CRM_Pendidikan\"><\/span>Mengapa Sekolah dan Kampus Perlu CRM Pendidikan?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tim admisi tidak selalu kekurangan calon siswa. Dalam banyak situasi, tantangannya justru terletak pada kemampuan mengelola minat yang sudah masuk sampai menjadi pendaftaran.<\/p>\n<p>Berikut beberapa persoalan yang sering muncul dalam kegiatan penerimaan siswa dan mahasiswa.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Chat_menumpuk_saat_musim_penerimaan\"><\/span>1. Chat menumpuk saat musim penerimaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ketika pendaftaran dibuka, pertanyaan dapat datang bersamaan dari banyak calon siswa dan orang tua. Admin harus menjelaskan biaya, persyaratan, jadwal, program pendidikan, serta cara mengisi formulir.<\/p>\n<p>Jika semua ditangani secara manual, admin mudah kewalahan. Pertanyaan yang masuk belakangan bisa menunggu lebih lama, sementara calon siswa yang membutuhkan penjelasan segera mungkin mencari informasi dari institusi lain.<\/p>\n<p>CRM membantu memusatkan riwayat komunikasi dan informasi calon siswa agar tim lebih mudah menindaklanjuti setiap pertanyaan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Calon_siswa_berhenti_di_tengah_pendaftaran\"><\/span>2. Calon siswa berhenti di tengah pendaftaran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Minat awal tidak selalu berakhir dengan formulir yang lengkap. Orang tua mungkin belum memahami persyaratan, calon mahasiswa masih membandingkan program studi, atau calon siswa belum sempat mengumpulkan dokumen.<\/p>\n<p>Tanpa catatan tahapan pendaftaran, admin kesulitan membedakan calon siswa yang masih mempertimbangkan pilihan dengan calon siswa yang membutuhkan bantuan untuk melanjutkan formulir.<\/p>\n<p>Melalui pengelolaan data yang tertata, tim dapat menentukan siapa yang perlu dihubungi kembali dan informasi apa yang harus disampaikan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Riwayat_komunikasi_tersebar_di_HP_admin\"><\/span>3. Riwayat komunikasi tersebar di HP admin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ketika beberapa admin memakai nomor masing-masing, informasi tentang calon siswa ikut tersebar. Riwayat chat sulit ditelusuri ketika ada pergantian petugas, pergantian giliran kerja, atau perpindahan tanggung jawab.<\/p>\n<p>Akibatnya, orang tua bisa diminta menjelaskan kebutuhan yang sama berulang kali. Tim juga berisiko melewatkan pertanyaan yang belum dijawab.<\/p>\n<p>Database calon siswa yang terpusat membantu tim menjaga kesinambungan layanan, sehingga informasi penting tidak bergantung pada satu orang admin.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Pengingat_pendaftaran_tidak_berjalan_konsisten\"><\/span>4. Pengingat pendaftaran tidak berjalan konsisten<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ada calon siswa yang belum melengkapi dokumen, belum menghadiri kelas percobaan, atau belum menyelesaikan daftar ulang. Mereka mungkin masih berminat, tetapi membutuhkan pengingat atau penjelasan tambahan.<\/p>\n<p>Jika admin harus mengingat semuanya sendiri, tindak lanjut mudah tertunda, terutama ketika jumlah pendaftar meningkat.<\/p>\n<p>Pengingat otomatis membantu tim menjaga jadwal komunikasi tanpa harus memeriksa setiap catatan satu per satu.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Sekolah_sulit_mengetahui_sumber_masalah_pendaftaran\"><\/span>5. Sekolah sulit mengetahui sumber masalah pendaftaran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jumlah pertanyaan yang masuk tidak selalu menggambarkan keberhasilan penerimaan. Banyak orang tua mungkin bertanya, tetapi hanya sebagian yang mengisi formulir. Sebagian pendaftar melanjutkan sampai seleksi, sementara yang lain berhenti sebelum daftar ulang.<\/p>\n<p>Jika data tahapan tidak tercatat dengan baik, pengelola kesulitan mengetahui bagian yang perlu diperbaiki.<\/p>\n<p>Dengan pencatatan yang lebih rapi, sekolah dan kampus dapat mengevaluasi proses penerimaan berdasarkan data yang tersedia, bukan hanya perkiraan tim.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Sistem_CRM_Pendidikan\"><\/span>Apa Itu Sistem CRM Pendidikan?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sistem CRM pendidikan adalah sarana untuk mengelola data dan hubungan dengan calon siswa, orang tua, calon mahasiswa, serta peserta didik sesuai kebutuhan lembaga pendidikan.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan penerimaan, sistem ini membantu tim menyimpan informasi calon siswa, mencatat riwayat chat, mengatur tindak lanjut, dan memantau perkembangan pendaftaran.<\/p>\n<p>CRM pendidikan dapat mendukung beberapa kebutuhan utama:<\/p>\n<ul data-spread=\"false\">\n<li><strong>Pengelolaan data calon siswa:<\/strong> menyimpan informasi dan riwayat komunikasi agar mudah ditemukan kembali.<\/li>\n<li><strong>Pengelolaan calon pendaftar:<\/strong> mencatat tahapan yang sudah dilalui dan tindak lanjut yang masih diperlukan.<\/li>\n<li><strong>Komunikasi terpusat:<\/strong> membantu tim menangani chat dari saluran yang didukung dalam satu tempat.<\/li>\n<li><strong>Pengingat otomatis:<\/strong> membantu mengingatkan calon siswa tentang jadwal atau tahapan yang perlu diselesaikan.<\/li>\n<li><strong>Pemantauan kinerja:<\/strong> membantu pengelola melihat perkembangan penanganan chat dan proses pendaftaran.<\/li>\n<\/ul>\n<p>CRM tidak menggantikan seluruh sistem akademik atau sistem administrasi sekolah. Perannya berfokus pada pengelolaan komunikasi dan hubungan dengan calon siswa.<\/p>\n<p>Pembedaan ini penting karena sekolah tetap perlu menjalankan pencatatan akademik, seleksi, pengelolaan nilai, dan administrasi resmi sesuai prosedur masing-masing.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_CRM_Lembaga_Pendidikan_Mengelola_Calon_Siswa_dari_Awal_sampai_Daftar_Ulang\"><\/span>Bagaimana CRM Lembaga Pendidikan Mengelola Calon Siswa dari Awal sampai Daftar Ulang?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Manfaat CRM lembaga pendidikan paling terasa ketika sistem digunakan mengikuti tahapan yang benar-benar dijalani calon siswa. Berikut alur yang dapat diterapkan sekolah, kampus, bimbingan belajar, dan lembaga kursus.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mencatat_calon_siswa_sejak_chat_pertama\"><\/span>1. Mencatat calon siswa sejak chat pertama<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tahap pertama dimulai ketika seseorang bertanya tentang program pendidikan, biaya, persyaratan, atau jadwal pendaftaran.<\/p>\n<p>Tim perlu mencatat informasi yang relevan, seperti nama calon siswa, nama orang tua jika diperlukan, nomor kontak, program yang diminati, serta kebutuhan informasi yang belum terjawab.<\/p>\n<p>Sumber pertanyaan dan tahapan pendaftaran juga dapat dicatat oleh tim agar perkembangan calon siswa lebih mudah ditelusuri.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, seorang ibu menghubungi sekolah untuk menanyakan penerimaan siswa baru. Setelah menerima penjelasan, ia meminta informasi formulir dan jadwal kunjungan. Catatan tersebut membantu admin mengetahui tindak lanjut yang perlu dilakukan, alih-alih menganggap pertanyaan selesai setelah jawaban pertama dikirim.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Menjawab_pertanyaan_dengan_informasi_yang_konsisten\"><\/span>2. Menjawab pertanyaan dengan informasi yang konsisten<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Orang tua sering menanyakan hal yang sama kepada beberapa petugas. Jika setiap admin menggunakan penjelasan berbeda, calon siswa bisa kebingungan.<\/p>\n<p>Sekolah sebaiknya menyiapkan informasi resmi yang mudah digunakan tim, mencakup:<\/p>\n<ul data-spread=\"false\">\n<li>Program pendidikan dan jenjang yang tersedia.<\/li>\n<li>Biaya serta komponen pembayaran yang telah ditetapkan.<\/li>\n<li>Syarat dan dokumen pendaftaran.<\/li>\n<li>Jadwal penerimaan dan batas waktu yang berlaku.<\/li>\n<li>Tahapan seleksi dan daftar ulang.<\/li>\n<li>Kontak petugas untuk pertanyaan khusus.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Informasi harus diperiksa dan diperbarui setiap kali kebijakan penerimaan berubah. Jawaban otomatis hanya boleh menggunakan informasi yang sudah disetujui lembaga.<\/p>\n<p>Jika pertanyaan membutuhkan keputusan panitia atau pemeriksaan data khusus, admin perlu mengambil alih. Dengan begitu, calon siswa tidak menerima jawaban yang belum dapat dipastikan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Mengelompokkan_calon_siswa_berdasarkan_tahap_pendaftaran\"><\/span>3. Mengelompokkan calon siswa berdasarkan tahap pendaftaran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Setiap calon siswa memiliki kebutuhan berbeda. Ada yang baru mencari informasi, ada yang sudah mengisi formulir, dan ada yang tinggal menyelesaikan daftar ulang.<\/p>\n<p>Tim dapat menggunakan tahapan sederhana seperti berikut:<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<th>Tahap<\/th>\n<th>Kondisi calon siswa<\/th>\n<th>Tindak lanjut<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pertanyaan awal<\/td>\n<td>Baru menanyakan program atau penerimaan<\/td>\n<td>Berikan informasi dasar yang relevan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Berminat<\/td>\n<td>Sudah memilih program atau meminta formulir<\/td>\n<td>Jelaskan cara memulai pendaftaran<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pendaftaran berjalan<\/td>\n<td>Formulir atau berkas masih perlu dilengkapi<\/td>\n<td>Tanyakan kendala dan sampaikan langkah berikutnya<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Menunggu proses<\/td>\n<td>Sedang menunggu pemeriksaan atau keputusan panitia<\/td>\n<td>Berikan informasi sesuai jadwal resmi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Diterima atau lolos tahap terkait<\/td>\n<td>Memerlukan informasi administrasi berikutnya<\/td>\n<td>Jelaskan ketentuan dan batas waktu<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Daftar ulang<\/td>\n<td>Perlu menyelesaikan tahapan akhir<\/td>\n<td>Kirim pengingat dan panduan resmi<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Tahapan tersebut merupakan contoh yang dapat disesuaikan dengan proses masing-masing institusi. Tidak semua sekolah atau kampus menggunakan urutan yang sama.<\/p>\n<p>Pencatatan ini membuat tim lebih mudah menentukan prioritas. Admin dapat memeriksa siapa yang belum mendapat jawaban, siapa yang membutuhkan bantuan formulir, dan siapa yang harus menerima pengingat.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Melakukan_tindak_lanjut_tanpa_mengganggu_calon_siswa\"><\/span>4. Melakukan tindak lanjut tanpa mengganggu calon siswa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Calon siswa yang belum melanjutkan pendaftaran tidak selalu kehilangan minat. Mereka mungkin sedang berdiskusi dengan keluarga, membandingkan pilihan, atau belum memahami langkah berikutnya.<\/p>\n<p>Karena itu, tindak lanjut sebaiknya berangkat dari kebutuhan yang tercatat.<\/p>\n<p>Contohnya, jika orang tua sudah meminta formulir tetapi belum melanjutkan, admin dapat menanyakan apakah ada bagian yang sulit dipahami. Jika calon mahasiswa masih mempertimbangkan program studi, tim dapat mengirimkan informasi resmi yang relevan dengan minatnya.<\/p>\n<p>Pengingat otomatis juga dapat digunakan untuk jadwal kunjungan, kelas percobaan, tenggat pengumpulan dokumen, atau daftar ulang. Jadwal pengiriman harus mengikuti kalender resmi lembaga dan memperhatikan kesediaan penerima untuk dihubungi.<\/p>\n<p>Untuk memahami cara mengelola tindak lanjut dengan lebih teratur, baca juga panduan <a href=\"\/blog\/follow-up-calon-siswa\/\">follow up calon siswa yang berhenti di tahap formulir<\/a>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Memantau_perkembangan_sampai_daftar_ulang\"><\/span>5. Memantau perkembangan sampai daftar ulang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pendaftaran belum tentu selesai ketika formulir dikirim atau calon siswa dinyatakan lolos. Masih ada tahapan administrasi yang harus diselesaikan sesuai ketentuan sekolah atau kampus.<\/p>\n<p>Pada tahap ini, tim perlu memastikan calon siswa menerima informasi yang benar mengenai dokumen, jadwal, dan prosedur daftar ulang.<\/p>\n<p>CRM dapat membantu mencatat riwayat komunikasi dan tindak lanjut yang sudah dilakukan. Namun, status kelulusan, validasi dokumen, pembayaran, serta keputusan resmi tetap mengikuti proses dan sistem yang digunakan institusi.<\/p>\n<p>Dengan pembagian tanggung jawab yang jelas, tim admisi dapat mengetahui calon siswa yang membutuhkan informasi lanjutan tanpa mengambil alih kewenangan panitia.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manfaat_CRM_untuk_Sekolah_dan_Kampus\"><\/span>Manfaat CRM untuk Sekolah dan Kampus<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Penerapan CRM pendidikan sebaiknya dinilai dari perubahan operasional yang dapat diamati. Berikut manfaat yang bisa dituju oleh sekolah dan kampus.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Meningkatkan_peluang_pendaftaran\"><\/span>Meningkatkan peluang pendaftaran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Calon siswa yang memperoleh jawaban jelas akan lebih mudah memahami langkah selanjutnya. Catatan tindak lanjut membantu tim menangani calon pendaftar yang masih berminat tetapi belum menyelesaikan proses.<\/p>\n<p>Dampaknya dapat dinilai melalui jumlah calon siswa yang melanjutkan dari pertanyaan awal ke formulir, menyelesaikan persyaratan, dan akhirnya melakukan daftar ulang.<\/p>\n<p>CRM tidak menjamin setiap calon siswa akan mendaftar. Keputusan mereka tetap dipengaruhi biaya, program pendidikan, lokasi, kebutuhan keluarga, dan berbagai pertimbangan lain.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengurangi_pekerjaan_berulang_tim_admisi\"><\/span>Mengurangi pekerjaan berulang tim admisi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Admin tidak perlu selalu mencari riwayat chat dari HP yang berbeda atau menanyakan kembali informasi yang sudah dicatat. Jawaban untuk pertanyaan umum juga dapat disiapkan agar tim tidak harus mengetik penjelasan yang sama berulang kali.<\/p>\n<p>Waktu yang tersedia dapat digunakan untuk menangani pertanyaan yang memerlukan penjelasan lebih lanjut dan membantu calon siswa yang menghadapi kendala pendaftaran.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Meningkatkan_kenyamanan_orang_tua_dan_calon_mahasiswa\"><\/span>Meningkatkan kenyamanan orang tua dan calon mahasiswa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Komunikasi yang tertata membuat orang tua lebih mudah mengetahui siapa yang harus dihubungi dan informasi apa yang perlu disiapkan.<\/p>\n<p>Mereka tidak perlu berulang kali menjelaskan persoalan yang sama hanya karena petugas yang membalas berbeda. Pengingat yang relevan juga membantu mengurangi risiko terlewatnya jadwal atau tenggat.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Membantu_meningkatkan_daftar_ulang_dan_retensi_siswa\"><\/span>Membantu meningkatkan daftar ulang dan retensi siswa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Hubungan dengan siswa dan orang tua tidak berhenti ketika penerimaan selesai. Informasi tentang kegiatan sekolah, jadwal administrasi, serta pengingat daftar ulang untuk periode berikutnya perlu disampaikan secara tertib.<\/p>\n<p>Dengan riwayat komunikasi yang terjaga, sekolah dapat memberikan informasi kepada kelompok penerima yang sesuai dan membantu keluarga memahami langkah administrasi berikutnya.<\/p>\n<p>Untuk sekolah yang sudah memiliki siswa aktif, pengelolaan komunikasi dan retensi dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan. CRM tetap berfungsi sebagai pendukung komunikasi, bukan penentu keputusan pendidikan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memudahkan_evaluasi_proses_penerimaan\"><\/span>Memudahkan evaluasi proses penerimaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pengelola dapat memeriksa catatan yang tersedia untuk mengetahui:<\/p>\n<ul data-spread=\"false\">\n<li>Berapa banyak calon siswa yang sudah dihubungi.<\/li>\n<li>Pertanyaan apa yang paling sering muncul.<\/li>\n<li>Tahapan pendaftaran yang paling sering tertunda.<\/li>\n<li>Berapa banyak calon siswa yang melanjutkan ke tahap berikutnya.<\/li>\n<li>Apakah tindak lanjut dilakukan sesuai jadwal.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Hasil pemantauan membantu sekolah menentukan perbaikan yang lebih tepat, misalnya memperjelas informasi persyaratan, memperbaiki pembagian tugas admin, atau menyesuaikan jadwal pengingat.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Memilih_dan_Menerapkan_Sistem_CRM_Pendidikan\"><\/span>Cara Memilih dan Menerapkan Sistem CRM Pendidikan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sekolah tidak perlu langsung mengubah seluruh proses administrasi. Langkah awal yang lebih masuk akal adalah menentukan masalah yang paling sering terjadi, lalu memilih alur komunikasi yang perlu dirapikan terlebih dahulu.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Petakan_proses_penerimaan_yang_berjalan\"><\/span>1. Petakan proses penerimaan yang berjalan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Catat bagaimana calon siswa menghubungi sekolah, siapa yang membalas, di mana data disimpan, dan bagaimana tindak lanjut dilakukan.<\/p>\n<p>Periksa pula bagian yang paling sering menimbulkan masalah, misalnya pertanyaan tidak terjawab, formulir tidak selesai, atau calon siswa terlambat menerima pengingat.<\/p>\n<p>Pemetaan ini membantu tim menentukan kebutuhan yang benar-benar penting sebelum memilih sistem.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tentukan_informasi_yang_perlu_dicatat\"><\/span>2. Tentukan informasi yang perlu dicatat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tidak semua informasi harus dikumpulkan. Mulailah dengan data yang diperlukan untuk melayani calon siswa dan menjalankan proses penerimaan, seperti identitas kontak, program yang diminati, status pendaftaran, serta riwayat komunikasi yang relevan.<\/p>\n<p>Batasi akses sesuai tanggung jawab petugas. Informasi pribadi calon siswa dan orang tua harus ditangani secara hati-hati, disimpan sesuai kebutuhan, dan tidak digunakan di luar tujuan yang telah ditetapkan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Susun_jawaban_resmi_untuk_pertanyaan_umum\"><\/span>3. Susun jawaban resmi untuk pertanyaan umum<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kumpulkan pertanyaan yang sering masuk, kemudian siapkan jawaban yang sudah disetujui pihak sekolah atau kampus.<\/p>\n<p>Pastikan informasi biaya, persyaratan, jadwal, dan prosedur selalu sesuai ketentuan terbaru. Tetapkan petugas yang bertanggung jawab memperbarui informasi tersebut.<\/p>\n<p>Langkah ini penting sebelum menggunakan jawaban otomatis, karena sistem hanya akan membantu jika informasi yang digunakan memang benar.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Tetapkan_aturan_tindak_lanjut\"><\/span>4. Tetapkan aturan tindak lanjut<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tentukan kapan calon siswa perlu dihubungi kembali, siapa yang bertanggung jawab, dan informasi apa yang boleh disampaikan.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, calon siswa yang meminta formulir dapat menerima tindak lanjut setelah waktu yang ditentukan oleh tim. Jika mereka sudah menyelesaikan pendaftaran, statusnya perlu diperbarui agar tidak terus menerima pengingat yang sama.<\/p>\n<p>Pengingat harus relevan dan tidak dikirim berulang kali tanpa mempertimbangkan respons penerima.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Mulai_dari_satu_alur_dan_evaluasi_hasilnya\"><\/span>5. Mulai dari satu alur dan evaluasi hasilnya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sekolah dapat memulai dari alur yang paling sering digunakan, seperti pertanyaan penerimaan melalui WhatsApp atau tindak lanjut calon siswa yang belum menyelesaikan formulir.<\/p>\n<p>Setelah berjalan, evaluasi apakah admin lebih mudah menemukan riwayat chat, apakah tindak lanjut lebih konsisten, dan apakah calon siswa lebih mudah memperoleh informasi.<\/p>\n<p>Jika alur awal sudah tertata, tim dapat mengembangkan penerapan ke kebutuhan lain secara bertahap.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Penerapan_CRM_Pendidikan_dengan_Zesta\"><\/span>Contoh Penerapan CRM Pendidikan dengan Zesta<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sekolah atau kampus yang menerima banyak pertanyaan melalui WhatsApp membutuhkan cara untuk mengelola komunikasi tanpa membuat seluruh pekerjaan bergantung pada satu admin.<\/p>\n<p>Zesta dapat digunakan sebagai contoh penerapan CRM untuk mengelola komunikasi, tindak lanjut, dan data calon siswa. Fitur yang relevan mencakup AI Agent 24 jam, otomasi WhatsApp, kotak masuk omnichannel untuk saluran yang didukung, multi agent, database customer, pengelolaan leads, serta pemantauan kinerja tim.<\/p>\n<p>Dalam alur penerimaan, penerapannya dapat disusun sebagai berikut.<\/p>\n<p><strong>Saat calon siswa bertanya:<\/strong> AI Agent membantu menjawab pertanyaan umum berdasarkan informasi resmi yang telah disiapkan sekolah. Pertanyaan yang memerlukan pemeriksaan atau keputusan khusus diteruskan kepada tim.<\/p>\n<p><strong>Saat calon siswa menunjukkan minat:<\/strong> admin mencatat informasi yang relevan dan mengelola tindak lanjut sesuai tahapan pendaftaran. Riwayat chat membantu petugas memahami kebutuhan calon siswa tanpa mengulang pertanyaan yang sama.<\/p>\n<p><strong>Saat ada tahapan yang belum selesai:<\/strong> pengingat otomatis dapat membantu menyampaikan informasi mengenai jadwal atau dokumen yang perlu ditindaklanjuti, sesuai pengaturan tim.<\/p>\n<p><strong>Saat pengelola mengevaluasi penerimaan:<\/strong> dashboard performa dapat membantu tim meninjau aktivitas komunikasi dan perkembangan penanganan calon siswa berdasarkan data yang tersedia.<\/p>\n<p>Ada batas yang perlu dipahami. Zesta tidak terintegrasi dengan sistem akademik atau SIAKAD, tidak memproses pembayaran, dan AI Agent tidak memeriksa status seleksi atau ketersediaan tempat secara langsung. Konfirmasi yang memerlukan data resmi tetap dilakukan oleh petugas melalui prosedur institusi.<\/p>\n<p>Dengan batas tugas yang jelas, CRM dapat membantu sekolah mengelola komunikasi calon siswa tanpa mengganggu proses akademik dan administrasi yang sudah berjalan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"FAQ\"><\/span>FAQ<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Apa_itu_CRM_pendidikan\"><\/span>1. Apa itu CRM pendidikan?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>CRM pendidikan adalah sistem untuk mengelola data, riwayat komunikasi, dan tindak lanjut calon siswa maupun orang tua. Sistem ini membantu sekolah dan kampus mengatur hubungan dengan calon pendaftar dari pertanyaan awal hingga daftar ulang.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Apa_manfaat_CRM_untuk_sekolah\"><\/span>2. Apa manfaat CRM untuk sekolah?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Manfaat CRM untuk sekolah meliputi pencatatan calon siswa yang lebih rapi, tindak lanjut yang lebih konsisten, pengurangan pekerjaan administrasi berulang, serta pemantauan perkembangan pendaftaran dan daftar ulang.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Apakah_CRM_lembaga_pendidikan_hanya_cocok_untuk_kampus_besar\"><\/span>3. Apakah CRM lembaga pendidikan hanya cocok untuk kampus besar?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tidak. Sekolah, bimbingan belajar, lembaga kursus, dan kampus dapat mempertimbangkan CRM sesuai jumlah chat, kebutuhan tim, serta kerumitan proses penerimaannya. Penerapan dapat dimulai dari alur yang paling sering menimbulkan kendala.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Apakah_CRM_penerimaan_murid_baru_bisa_menggantikan_sistem_akademik_sekolah\"><\/span>4. Apakah CRM penerimaan murid baru bisa menggantikan sistem akademik sekolah?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tidak. CRM berfokus pada komunikasi, pengelolaan data calon siswa, dan tindak lanjut. Sistem akademik tetap digunakan untuk kebutuhan administrasi akademik sesuai fungsi masing-masing. Integrasi antarsistem tidak boleh diasumsikan tersedia tanpa konfirmasi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Bagaimana_CRM_membantu_calon_siswa_yang_berhenti_di_tengah_pendaftaran\"><\/span>5. Bagaimana CRM membantu calon siswa yang berhenti di tengah pendaftaran?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>CRM membantu tim mencatat tahapan yang sudah diselesaikan, mengenali tindak lanjut yang masih diperlukan, dan mengirimkan pengingat sesuai aturan yang ditetapkan. Admin tetap perlu memahami kendala calon siswa dan memberikan bantuan yang relevan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Apakah_Zesta_dapat_membantu_mengelola_chat_calon_siswa\"><\/span>6. Apakah Zesta dapat membantu mengelola chat calon siswa?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Zesta menyediakan AI Agent 24 jam, otomasi WhatsApp, pengelolaan chat melalui kotak masuk omnichannel untuk saluran yang didukung, database customer, dan pengelolaan leads. Tim sekolah tetap bertanggung jawab atas validasi informasi dan keputusan resmi penerimaan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mulai_Rapikan_Penerimaan_Siswa_dengan_Zesta\"><\/span>Mulai Rapikan Penerimaan Siswa dengan Zesta<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pengelolaan calon siswa yang baik dimulai dari hal mendasar: riwayat komunikasi yang mudah ditemukan, informasi resmi yang konsisten, pembagian tugas yang jelas, dan tindak lanjut yang tidak terlewat. Sekolah dan kampus dapat memulainya dari satu alur pendaftaran, kemudian mengevaluasi hasilnya sebelum memperluas penerapan.<\/p>\n<p>Zesta dapat membantu menata komunikasi melalui AI Agent 24 jam, otomasi WhatsApp, database customer, dan pengelolaan leads. Sebelum menerapkannya, petakan terlebih dahulu kebutuhan admisi dan pastikan pembagian tugas antara sistem dengan petugas sekolah sudah jelas.<\/p>\n<p>Jika ingin mendiskusikan penerapan Zesta untuk pengelolaan chat calon siswa, <a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6281111177464&amp;text=[Z00-B]+Hallo+Admin%2C+saya+lihat+info+tentang+Zesta+dari+Blog%2C+minta+info+selengkapnya+ya&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hubungi tim Zesta untuk membahas kebutuhan komunikasi dan penerimaan siswa di sekolah atau kampus Anda<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap musim penerimaan siswa, admin sekolah bisa menerima puluhan pertanyaan yang serupa dalam sehari. Orang tua menanyakan biaya pendidikan, syarat pendaftaran, jadwal kunjungan, hingga batas waktu pembayaran. Di kampus, tim penerimaan mahasiswa baru (PMB) menghadapi &#8230; <a title=\"CRM Pendidikan: Cara Sekolah dan Kampus Mengubah Chat Calon Siswa Menjadi Pendaftaran hingga Daftar Ulang\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/zesta.id\/blog\/crm-pendidikan\/\" aria-label=\"Read more about CRM Pendidikan: Cara Sekolah dan Kampus Mengubah Chat Calon Siswa Menjadi Pendaftaran hingga Daftar Ulang\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1953,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[49],"tags":[],"class_list":["post-1952","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-crm-pendidikan","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zesta.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1952","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/zesta.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zesta.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zesta.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zesta.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1952"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/zesta.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1952\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1954,"href":"https:\/\/zesta.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1952\/revisions\/1954"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zesta.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1953"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zesta.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1952"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zesta.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1952"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zesta.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1952"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}